Kamis, 03 Maret 2016

Ulasan Film : Born To Dance

Filem ini bergenre drama mengisahkan seorang anak muda bernama Tu. Dia sangat menyukai dance, namun di satu sisi ayahnya mendesak dia supaya untuk bergabung menjadi militer seperti ayahnya yang juga adalah seorang militer.

Tu harus segera memutuskan jalan hidupnya ingin berkarir di dance atau bergabung di militer. Akhirnya Tu melihat sebuah kesempatan, saat K-Crew yaitu tim dance yang mampu memenangi kompetisi dance nasional tiga kali berturut-turut mencari rekrut untuk anggota tim mereka.

Tu dan beberapa orang lainnya yang telah diseleksi dan memiliki bakat yang bagus untuk menari mengikuti audisi tersebut. Awalnya Tu sedikit berberat hati, karena satu sisi dia telah memiliki grup dance sendiri dan di sisi lain dia harus bisa berkarir di dance untuk menunjukan ke ayahnya bahwa dance juga suatu pekerjaan dengan bergabung ke K-Crew.

Tu harus membagi waktunya untuk dia bekerja, latihan bersama grup dancenya dan juga mengikuti audisi untuk bergabung ke K-Crew, hal ini tentu membuat Tu sangat kewalahan. Suatu hari teman-teman grup dance Tu mengetahui bahwa dia mengikuti audisi K-Crew dan dianggap menduakan tim, sehingga terjadi perselisihan, lalu Tu disuruh memilih.


Pada akhirnya Tu memilih audisi K-Crew daripada grup dancenya. Namun dia menyesal ketika mengetahui audisi K-Crew hanyalah fiktif belaka. Pemimpin K-Crew yaitu Kane, tidak benar-benar melakukan audisi, dia hanya mencuri gerakan para kontestan untuk digunakan di ajang lomba dance nasional berikutnya.

Tu yang kecewa dengan Sasha, gadis yang dia taksir ternyata selama ini sebagai mata-mata Kane dan dia memang dari awal satu tim di K-Crew. Sasha menyesali perbuatannya dan mencoba minta maaf ke Tu, Sasha pun memberitahu bahwa Kane telah mencuri gerakannya Tu.

Tu pun akhirnya berniat mengumpulkan para anggota korban audisi K-Crew dan bersama anggota tim dance dia sebelumnya, lalu membentuk sebuah grup dance yang awalnya dua kelompok. Namun saat perlombaan tingkat nasional mereka membuat kejutan bahwa mereka membuat koreo dua tim menjadi satu.

Juri yang juga kaget akan hal tersebut akhirnya memutuskan membolehkan tim mereka tetap melanjutkan pertandingan dan mereka menyebut tim tersebut 2Freaks. Singkat cerita, mereka berhasil sampai ke final dan mengalahkan K-Crew dengan poin mutlak dari tiga juri, Tu dan 2Freaks tim nya berhasil menjuari perlombaan tersebut dan membuat ayahnya bangga.

Menurut saya, filem ini bila dibandingkan dengan Step Up dan Stomp The Yard masih sangat jauh ketinggalan. Mungkin bila dilihat dari sisi drama lumayan sih, walau masih dibawah standard.

Apalagi bagi penikmat film yang sebelumnya udah pernah nonton Step Up yang bikin wow, melihat filem ini pasti jadi biasa-biasa aja. Karena bila harus dibandingkan, film ini belum mampu menampilkan gerakan yang bisa membuat penonton menjadi WOW gitu, kecuali saat satu scene dimana saat dikejuaraan nasional mereka membuat koreo dua tim menjadi satu tim.

Hal ini berbeda dengan Step Up yang mampu memberikan koreo yang wow banget rasanya di setiap scene nya, sehingga memberikan kesan bahwa film ini tidak menampilkan orang yang hanya bisa dance, tetapi mampu menampilkan orang yang terlihat memang expert di bidang dance.

Memang untuk film dance ini, selain membutuhkan koreo yang bagus, aransemen musiknya harus keren pula untuk menunjang film tersebut supaya bisa bikin wow para penonton secara berulang-ulang, sehingga walau sudah selesai menonton pun, gerakan dan alunan musiknya menjadi sensasi tersendiri bagi para penonton. Ok deh, langsung lanjut ke penilaian..

Skor Film : 55/100 

Bagikan

Jangan lewatkan

Ulasan Film : Born To Dance
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

Silahkan tulis komentar anda dengan cerdas, sopan dan mudah dipahami. Terimakasih :)