Monggo sewa porter neng? jangankan carrier, pikul masa depan kita aja abang kuat.. Hahaha.
Dulu kalau naik ke semeru sendiri pun jadi, tetapi peraturan yang sekarang minimal satu kelompok yang berisi tiga orang. Apabila dibawah tiga orang wajib sewa porter harian, tujuannya sih kalau saja terjadi apa-apa bila bertiga kan satu orang bisa nungguin korban dan satunya lagi bisa cari bantuan.
Jadi bagi yang berniat ke Ranu Kumbolo berduaan dengan pasangan, kalian harus ikhlas dengan hadirnya orang ketiga. Kecuali kalian berangkat kesini rame-rame bareng temen. Tapi menurut saya sih semakin rame akan semakin seru dan pastinya akan menjadi kenangan yang susah untuk dilupakan.
Pagi yang damai dan indah, tidak ada hal yang lebih menyenangkan selain berbagi kasih. Namun hal yang terutama di dalam hidup kita adalah menjadikan hidup ini penuh di dalam kasih Allah. Karena seorang manusia tidak akan pernah bisa memuaskan setiap hasrat yang ada di dalam hati manusia, hanya Allah sajalah yang bisa melakukannya. Setiap orang yang belum kepenuhan di dalam kasih Allah akan berusaha untuk mendapatkan kasih dari orang lain, tetapi mereka tidak akan pernah menemukannya. Tetapi barang siapa mengasihi Allah lebih dari dirinya sendiri, maka dia akan menemukan kasih yang sejati dan mampu mengalirkan kasih tersebut juga kepada orang-orang disekitarnya.
Selamat pagi Ranu Kumbolo ! Ditengah keramaian para tetangga yang sedang sibuk bikin sarapan, bongkar pasang tenda dan aktivitas lainnya, saya masih bersantai menikmati indahmu ditemani dengan segelas cokelat panas untuk sekedar menghangatkan tubuh di pagi yang sejuk ini.
Tempat yang pastinya akan selalu saya rindukan, keindahannya tidak perlu diragukan lagi. Bagi sebagian orang aja rela untuk berkali-kali datang ke tempat yang satu ini hanya untuk menikmati suasana danau yang begitu mempesona. Apalagi kalau masih pagi-pagi betul ketika fajar belum begitu muncul, kita akan melihat kabut lembut menutupi permukaan danau ini. Namun dinginnya itu lho yang bikin saya ga tahan, akhirnya baru berani buka tenda waktu matahari muncul.
Ada pengalaman unik dalam perjalanan saya mendaki gunung, saya beberapakali bertemu dengan spesies burung ini, tidak hanya di jalur pendakian Semeru tapi juga pernah waktu di Arjuno Welirang. Seakan-akan burung ini menjadi teman para pendaki, apa kamu juga pernah melihatnya?
Dialah Anis Gading atau nama latinnya Turdus Poliocephalus Stresemanni Bartels. Burung jenis pekicau ini juga kerap disebut Jalak Gading atau Jalak Lawu. Burung ini memiliki ciri warna badan yang gelap dengan paruh berwarna gading. Habitat burung ini biasanya berada di dataran tinggi seperti gunung atau bukit.
Bagi sebagian orang percaya bahwa burung ini sering menjadi petunjuk jalan agar tidak tersesat, faktanya burung ini memang sering ke jalur pendakian karena mencari sisa sisa makanan yang ditinggalkan oleh pendaki. Ada mitos juga yang berkata bahwa mengganggu atau menangkap burung ini akan mendatangkan kesialan, mungkin mitos tersebut juga dibangun untuk menjaga habitat burung tersebut agar tetap lestari.
Meskipun saat itu aku ngefoto dan mengamati burung tersebut cukup lama, namun aku belum mendengar langsung suara kicauan dari burung yang sering kita lihat di jalur pendakian ini. Tapi binatang-binatang seperti ini membuat jalur pendakian jadi terasa lebih hidup. Boleh dikagumi, namun jangan diganggu, apalagi ditangkap. Salam lestari.
Pengalaman yang luar biasa ketika pagi-pagi turun dari Ranu Kumbolo, apabila kalian ketemu jembatan merah di tengah perjalanan, di tempat itu orang seringkali berfoto-foto, begitu juga saya yang saat itu berhenti sebentar untuk sekedar berfoto-foto. Namun ada hal yang membuat saya cukup kagum ketika melihat ke arah hutan di dekat lokasi jembatan tersebut.
Aku melihat suatu pemandangan yang begitu mempesona, seperti pintu langit terbuka dan cahayanya bersinar terang, seperti memanggil jiwaku untuk terbang *dengan backsong musik orkestra yang megah*. Ga terasa tempat tersebut mampu membuat saya diam terpaku sekitar sepuluh menit sebelum akhirnya meneruskan perjalanan untuk pulang.
Katanya orang-orang sih naik semeru belum afdol kalau belum foto disini. Dari gerbang ini perjalanan seru dimulai, dari gerbang ini banyak cerita bermunculan dan banyak kenangan yang akan susah untuk dilupakan.
Saat ini proses pendakian di gunung semeru harus melalui proses administrasi yang cukup ketat, seperti daftar online, bukti pembayaran transfer dan surat keterangan sehat minimal H-1 check up.
Ada sedikit cerita dibalik perjalanan ini, waktu itu kita mendaki setelah H+1 pemilihan kepala daerah secara serentak, otomatis saat itu semua kegiatan di puskesmas libur, jadi saya inisiatif cek kesehatan H-2 sebelumnya. Ternyata sesampai di pos pendaftaran, surat keterangan sehat tersebut tidak diterima dan akhirnya harus tetap cek kesehatan di posko yang ada di ranupane tersebut dengan membayar biaya yang lebih mahal untuk sekedar mendapatkan kertas dari proses cek kesehatan yang sebetulnya cuma ditanya tanyain saja langsung jadi.
Jadi intinya bagi teman-teman yang ingin mendaki semeru, pastikan gimanapun caranya surat kesehatan kalian minimal harus H-1, kalau bisa di cek di puskesmas terdekat, karena bila cek disini akan lebih mahal dan yang terpenting kalian harus pastikan sendiri bahwa badan kalian dalam kondisi yang fit untuk. Selamat mendaki.
Salah satu makanan favorit saya adalah tempe, setiap hari hampir selalu ada tempe di meja makan kalau lagi dirumah. Waktu ke Ranu Kumbolo (Rakum) kemarin senang banget ternyata ada temen yang bawa tempe, jadi tambah semangat kalau ngeliatnya apalagi kalau dimakan waktu masih hangat-hangatnya, enak banget di suasana pagi Rakum yang dingin ini. Ada beberapa lauk lainnya juga yang mudah diolah selain tempe, seperti sosis dan jamur. Kira-kira makanan apa yang menjadi favorit kamu saat mendaki?
Halo sobat petualang ! Perjalanan kali ini membawa saya dan teman teman untuk mendaki ke Gunung Welirang. Dalam pendakian kali ini kita melewati jalur Cangar, Batu. Petualangan kali ini cukup menantang, selain memakan waktu tempuh yang cukup panjang, track yang terus naik juga sangat menguras tenaga.
Dimulai dari tempat parkir kendaraan yang berjarak sepuluh menit dari pos perijinan pendaki, kita mulai berjalan kurang lebih 9,5 jam untuk sampai di Lembah Lengkean, yaitu salah satu spot untuk camping di jalur pendakian Arjuno Welirang. Jalur yang kita lalui cukup berat, namun kanan kiri kita melihat pemandangan bunga yang begitu memanjakan mata.
Mulai masuk ke delapan jam pendakian adalah saat saat yang paling berat dan serasa sudah mencapai batas maksimal. Rasanya ingin menyerah saja, namun pada akhirnya kita semua berhasil sampai di tempat camping. Setelah kita sampai, langsung kita membagi tugas untuk membuat makan dan membangun tenda, setelah itu kita istirahat.
Hari berikutnya kita menuju ke Gunung Welirang, perjalanan kita tempuh kurang lebih memakan waktu sekitar dua jam. Jalur yang kita lalui ini tidak seberat hari kemarin, pemandangan juga sangat indah dimana kita bisa melihat gunung dan bukit yang diselimuti awan. Sebagian jalur sudah dikelola dengan baik, mungkin untuk mempermudah bagi warga yang bekerja sebagai pengumpul belerang.
Semakin dekat dengan Gunung Welirang, jalan akan semakin berbatu dan aroma belerang akan semakin berasa, membuat kita harus menggunakan penutup hidung. Namun pemandangan di puncak sangat indah dan begitu mempesona, dataran putih berbatu mendominasi tempat ini. Salah satu tempat yang akan selalu terkenang di hati saya.
Apabila kalian masih penasaran dengan tempat ini, silahkan cek video terbaru saya di youtube atau kalian bisa klik video yang ada di bawah.
Terimakasih juga rekan2 seperjuangan Tika, mas Widi, Dian, Irfan dan Ayas yang telah membuat perjalanan ini begitu seru. Semoga bisa berkolaborasi lagi di petualangan selanjutnya.
Dibalik sebuah foto selfie, ada perjalanan panjang yang harus dilalui, ada canda tawa receh yang kita lewati, ada kehangatan dalam kebersamaan. Suatu pemandangan yang luar biasa dan membuat saya terkagum-kagum, di tempat ini kita bisa melihat gunung-gunung lainnya berdiri dengan gagahnya.
Berjalan kaki dari kemah kita di Lembah Lengkean kurang lebih setengah jam untuk menuju ke tempat yang satu ini. Namun sebenarnya ini bukanlah tujuan utama kita, karena kita harus terus berjalan untuk menuju ke Gunung Welirang. Sama seperti lagu ninja Hatori, kita serasa harus mendaki gunung dan melewati lembah untuk mencapai ke tempat tersebut.
Gunung Kembar tidak hanya sekedar nama, namun memang gunung ini memiliki kembaran, oleh sebab itu orang sering menyebutnya dengan Gunung Kembar I dan Gunung Kembar II. Kalau spot yang saya lalui ini sendiri memiliki ketinggian 3.058 meter diatas permukaan laut.
Spot yang satu ini memang cenderung tandus dan berbatu, tetapi pemandangan alamnya begitu amazing. Seakan-akan kamu bisa melihat gunung-gunung lainnya menari-nari dengan anggun dibawah langit biru yang dihiasi oleh awan syahdu di tempat yang satu ini. Benar-benar tempat yang sangat menyenangkan.
Halo sobat petualang ! Welcome back to my travel diary, perjalanan kali ini membawa saya
ke sebuah tempat wisata yang sangat indah sekali yang berlokasi di Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan,
Pulau Dewata Bali.
Awal masuk ke tempat wisata ini aku begitu kagum karena di tempat ini selain terdapat pura ada juga stupa budha yang menandakan bahwa adanya keselarasan dalam kehidupan beragama di tempat ini dari sejak jaman dulu kala.
Disini juga ada berbagai pentas seni tari dan kebudayaan khas bali yang di iringi berbagai instrumen musik merdu yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan baik lokal hingga mancanegara. Setiap tarian mereka biasanya menceritakan suatu sejarah atau ada pesan moral yang ingin disampaikan kepada pengunjung dari aksi pertunjukan tersebut.
Daerah kawan sekitar danau ini juga dianggap sangat subur bagi masyarakat sekitar, selain itu pemandangan alamnya juga begitu mempesona dengan iklimnya dingin.
Berdasarkan dari sejarahnya nih diketahui bahwa pura Ulun Danu Bratan didirikan pada tahun 1633,
dengan ikonnya yaitu salah satu pura yang memiliki sebelas atap yang didedikasikan untuk Siwa dan istrinya Parwati yaitu seorang dewa dan dewi dalam ajaran agama hindu.
Mengitari tempat ini sungguh membuat saya bahagia sehingga waktu terasa berjalan begitu cepat.
Pada akhir pekan tempat ini juga begitu ramai dengan pengunjung yang ingin menikmati pesona alam di tempat wisata yang satu ini.
Nah bagaimana, apakah kamu juga tertarik liburan kesini? Semoga bisa jadi referensi yah.
Apabila ulasan ini bermanfaat, jangan lupa untuk share artikel ini. Ulasan lebih lengkap tentang tempat wisata ini bisa kalian lihat pada video dibawah ini.
INFORMASI WISATA
Danau Beratan, Desa Candikuning
Kec. Baturiti, Kab. Tabanan
Bali, Indonesia
Tiket Masuk Dewasa : 20.000/orang
Tiket Masuk Anak-Anak : 15.000/anak
( informasi ini bisa berubah sewaktu-waktu sesuai promo dan kebijakan tempat wisata tersebut )
Hei yooo semuanya ! Di postingan kali ini saya akan cerita keseruan kita di sekitar pantai Lovina untuk berburu pemandangan ikan lumba-lumba yang berenang di alam bebas. Benar-benar pengalaman yang sangat tidak terlupakan.
Dimulai dari pagi-pagi betul sekitar jam lima, kita sudah harus bersiap-siap untuk berangkat menggunakan perahu dari bibir pantai Lovina ke arah lautan lepas. Pagi hari adalah saat yang tepat untuk melihat lumba-lumba karena mereka akan lebih sering muncul ke permukaan.
Tidak lama berselang akhirnya kita melihat pemandangan lumba-lumba yang berenang secara berkelompok, sungguh pemandangan yang indah sekali, apalagi dengan suasana sunrise yang begitu syahdu, benar-benar moodboster yang sempurna untuk memulai hari saat itu.
Namun ternyata keseruan tidak hanya sampai disitu, di dalam air juga pemandangan tidak kalah indahnya, kalian bisa melihat terumbu karang dan ikan-ikan kecil yang menghuni tempat tersebut. Benar benar sebuah tempat yang indah dan sangat mempesona.
Apabila kalian masih penasaran dengan tempat yang satu ini, simak video lengkapnya di youtube channel atau klik video dibawah ini.
Halo sobat petualang ! Perjalanan kali ini masih pada destinasi wisata di pulau Bali dan keindahan Bali tidak hanya melulu tentang pantainya saja, tetapi bergeser sedikit ke arah utara kita bisa menemukan banyak sekali spot air terjun yang tidak kalah indahnya. Nah salah satunya adalah Air Terjun Gitgit ini nih.
Memasuki area wisata ini, kita harus turun ke bawah kurang lebih sepuluh sampai lima belas menit untuk menuju ke lokasi air terjun. Dalam perjalanan kamu akan menemukan toko toko yang menjual berbagai macam souvenir dan kerajinan tangan khas Bali.
Sampai di paling bawah, sebelum memasuki spot air terjun kamu akan menemukan semacam gapura, setelah itu baru pemandangan air terjun yang indah banget. Dibawah air terjun ini terdapat semacam kolam alami yang sering digunakan para pengunjung untuk bermain air.
Air Terjun Gitgit ini memiliki ketinggian sekitar 35 meter yang membuatnya menjadi salah satu air terjun tertinggi di Bali. Bagi kalian yang masih penasaran dengan spot wisata yang satu ini, langsung aja kunjungi Youtube Channel saya atau klik video yang ada dibawah ini.
Buka Setiap Hari
Pukul 07.30 - 17.30
HTM Dewasa : 20.000
HTM Anak-Anak : 10.000
( informasi ini bisa berubah sewaktu waktu sesuai promo dan kebijakan tempat wisata tersebut )
Halo sobat petualang ! Kali ini saya mau mengulas sedikit tentang sebuah tempat wisata menarik yang di dalamnya terdapat salah satu patung tertinggi di Asia, bahkan di dunia loh, yaitu Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana atau yang sering disebut juga dengan GWK Cultural Park.
Tempat wisata ini luas banget, jadi seringkali digunakan dalam acara dengan skala besar. Selain itu disini terdapat berbagai macam pentas seni dan kebudayaan yang menarik untuk kamu lihat, bahkan hampir ada di setiap jamnya.
Di dalam tempat wisata ini terdapat tiga patung yang cukup populer, yaitu patung Dewa Wisnu, patung Garuda dan yang terakhir Patung Garuda Wisnu Kencana yang begitu fenomenal, karena patung ini memiliki tinggi 120 meter, sehingga membuat patung ini menjadi salah satu patung tertinggi di dunia.
Selain itu di area ini terdapat spot dengan tebing-tebing menjulang tinggi yang begitu mempesona. Sungguh sangat indah, sehingga tidak jarang orang yang mengabadikannya dengan berfoto ria di tempat ini.
Disini kamu juga bisa menemukan aneka souvenir dan kerajinan tangan khas Bali. Lalu untuk kalian yang mudah laper, jangan khawatir karena disini terdapat food court yang menjual berbagai makanan juga loh.
Apabila kamu masih penasaran dengan tempat ini langsung aja lihat video selengkapnya di youtube atau klik video di bawah ini.
Halo teman-teman, kali ini saya mau cerita nih seputar film Ant-Man yang terbaru yang berjudul Ant-Man and The Wasp. Nah bagi kalian yang penasaran dengan keberadaan Ant-Man di film Avengers : Infinity War, kalian akan langsung tau nih dimana sebenarnya keberadaan Ant-Man saat itu. Alur cerita digambarkan keadaan Ant-Man sebelum kedatangan Thanos, tentu saja dengan segudang permasalahannya sendiri yang membuat cerita ini layak untuk kamu tonton.
Bila dibandingkan dengan filmnya yang pertama, saya merasa film kedua ini memiliki tensi yang cukup tinggi dan lebih banyak adegan actionnya daripada filmnya yang pertama. Namun saya masih belum bisa move on dari filmnya yang pertama dimana di setiap momennya selalu diselingi dengan candaan yang lucu banget dan begitu menghibur penonton. Karena di seri yang kedua ini suasananya cenderung lebih tegang, kalaupun ada humornya malah terasa seperti datar banget. Lalu menurut saya plot ceritanya terlalu panjang, jadi ada beberapa scene yang terasa kaya ngejar durasi waktu juga, jadi terlihat seperti melompat-lompat.
Pada film ini Ant-Man juga akan melawan musuh yang memiliki kemampuan khusus yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya. Seperti film Marvel pada umumnya, di akhir film akan selalu ada sedikit clue tentang kelanjutan kisah Ant-Man dengan film Avengers berikutnya. Jadi kalian bisa lansung simak yah di bioskop terdekat.
Halo sobat petualang ! Perjalanan terakhir saya di Blitar membawa saya pada satu destinasi yang sudah sangat populer yaitu Candi Penataran. Sebuah bangunan tua yang menjadi saksk sejarah perjalanan panjang kerajaan besar di Indonesia. Mengunjungi tempat ini sungguh membuat saya begitu bersemangat, aku suka banget setiap melihat arsitektur bangunan tua dan bersejarah.
Kompleks Candi Penataran begitu luas dan terdiri dari beberapa candi kecil di sekitar candi utama yang terletak di bagian belakang kompleks ini. Sebelum mengelilingi area ini, pengunjung wajib mengisi buku tamu. Tidak ada biaya tiket masuk saat saya berkunjung kesini, namun kalian juga bisa tetap memberikan sumbangan sukarela di kantor tempat pengisian buku tamu tadi untuk mendukung kegiatan operasional dan perawatan tempat wisata ini.
Di kompleks Candi Penataran ini selain bangunan candinya yang mempesona, disini juga banyak taman-taman indah sehingga sering banget digunakan untuk hunting foto para fotografer dan juga sering dijadikan spot untuk foto prewed loh.
Beberapa candi yang berada di sekitar candi utama di tempat ini cukup unik, karena memiliki bentuk dan ciri khas yang berbeda beda. Sebut saja seperti Candi Naga dan Candi Candra Sengkala yang memiliki arsitektur sangat berbeda. Relief pada candi utama juga tidak kalah unik nih, karena menceritakan kisah Ramayana yang sudah sangat melegenda di masyarakat jawa. Tentu saja hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan untuk berkunjung ke tempat ini.
Simak ulasan selengkapnya tentang kompleks Candi Penataran di Youtube Channel saya atau kalian bisa klik video yang ada dibawah ini sekarang juga.