Jumat, 24 November 2017

Tugu Monumen Nasional - Explore Jakarta

Sudah lama sekali rasanya aku tidak berkunjung ke ibu kota negara yaitu kota Jakarta yang jaman dahulu sering dikenal dengan nama Batavia. Maklum bagi aku Jakarta adalah kota yang paling aku hindari, karena aku tidak begitu senang dengan suasana Jakarta yang terlalu ramai dan macet. Namun beberapa waktu yang lalu aku harus mau tidak mau berkunjung ke sini dalam waktu yang cukup lama untuk urusan pekerjaan. Dalam tugas tersebut aku menyempatkan diri ke salah satu tugu ikonik yang ada di ibu kota ini, apalagi kalau bukan Tugu Monas (Monumen Nasional).

Tugu Monumen Nasional ini adalah monumen peringatan yang didirikan untuk mengenang perjuangan para rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari pemerintah kolonial Hindia Belanda di masa lalu. Monumen setinggi 132 meter (433 kaki) ini mulai dibangun pada tanggal 17 Agustus 1961 dibawah pemerintahan presiden Soekarno dan dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975. Tugu ini dimahkotai lidah api yang dilapisi emas yang menjadi simbol semangat perjuangan yang menyala-nyala dan musium ini dibuka setiap hari untuk umum mulai pukul delapan pagi sampai dengan jam tiga sore.

Ketika memasuki wilayah monas aku mendengarkan nyanyian nyanyian jadul khas Betawi yang biasanya banyak dinyanyikan oleh alm. Benyamin Sueb melalui speaker yang berada di taman-taman sekitar area monas ini. Disini juga terdapat burung dara yang berterbangan dan juga dibuatkan sarangnya sama pengelolanya lho. Udara pagi disini begitu segar dan sangat nikmat banget rasanya menikmati taman disekitar sini di tengah tengah padatnya kota Jakarta yang umumnya didominasi oleh gedung gedung yang tinggi.

Untuk masuk ke dalam Tugu Monas kalian karus memiliki kartu e-money Bank DKI, namun apabila kalian sudah memiliki e-money kalian hanya perlu cek ulang saldo apakah cukup untuk masuk ke area tugu ini. Apabila kamu hanya ingin bermain ke lantai dasar dan pelataran hanya dikenakan biaya sebesar dua puluh ribu untuk dewasa dan sepuluh ribu untuk anak-anak, lalu apabila kalian ingin naik ke puncaknya monas harus membayar lagi sebesar 7.500 rupiah bagi dewasa dan 3.500 rupiah bagi anak-anak.

antrian pengunjung yang ingin ke puncak monas
Hal yang paling menyebalkan dari Monas adalah ketika kita ingin menaiki puncaknya nih, karena antriannya panjang banget dan nunggu lama. Hari begini masih ngantri dengan sistem yang kuno banget untuk kelas tempat wisata di Ibu Kota Negara menurut saya adalah suatu hal yang benar-benar harus diperbaiki oleh pemerintah setempat. Seharusnya sistem antrian menggunakan nomor, sehingga orang tidak perlu lagi mengantri dengan cara baris dan berdiri lama lama, karena itu akan sangat membuang waktu. Apabila menggunakan sistem nomor dan ada papan elektronik nomor antrian kan enak, jadi kita tidak buang-buang waktu untuk mengantri dan kita bisa sambil jalan-jalan ke spot lainnya terlebih dahulu sambil menunggu nomor antrian, bener ga sih?

Setelah saya mengantri kurang lebih satu setengah jam untuk menuju ke puncak, konyolnya setelah sampai di atas saya merasa bahwa pemandangan di atas sangatlah tidak "worth it" dengan perjuangan mengantri untuk sampai ke tempat tersebut. Jeruji besi yang terdapat di puncak monas benar-benar merusak indahnya pemandangan kota yang bisa dilihat dari ketinggian, harusnya sih supaya lebih indah bisa diganti dengan kaca transparan pasti keren lagi. Belum lagi alat semacam teropong yang disediakan disini ada beberapa dan itu kebanyakan rusak, sehingga ketika digunakan juga percuma rasanya karena tetap aja kita tidak bisa menikmati keindahan kota dari ketinggian.

Bisa dibilang bahwa main ke Monas adalah salah satu tempat wisata yang menurutku suram banget dan harus banyak perubahan. Untuk kota segede Jakarta tempat wisata adalah suatu hal yang sangatlah jarang dan langka, jadi apabila Jakarta saat ini masih memiliki tempat wisata yang tersisa harusnya ini menjadi perhatian bagi pemerintah setempat supaya diperbaiki dari segi pelayanan dan kualitas tempat wisatanya, sehingga bisa memberikan kesan yang indah bagi setiap wisatawan baik domestik dan internasional yang berkunjung ke kota ini. Saya berharap sih suatu hari nanti Monas ini bisa menjadi tempat yang lebih bagus lagi sebagai salah satu tugu ikonik di Indonesia. Tapi terlepas dari segala kekurangan Monas, kamu kamu wajib nih main kesini, apalagi bagi para generasi muda Indonesia nih. Tujuannya supaya kamu tau bagaimana perjuangan Indonesia dalam mencapai kemerdekaan di masa lalu, karena disini kamu akan belajar banyak sejarah kemerdekaan Indonesia sampai dibangunnya Tugu Monas ini. 

Mungkin sampai disini dulu nih ulasan saya tentang Tugu Monumen Nasional yang berada di tengah lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat ini. Semoga bisa bermanfaat dan menjadi referensi bagi teman-teman yang mau mengunjungi tempat ini. Sampai ketemu di artikel selanjutnya ya, jangan lupa share dan komen artikel ini. Terimakasih :)

suasana di sekitar monas

teropong yang berada di puncak monas

pemandangan kota dilihat dari puncak monas
Sumber :

Bagikan

Jangan lewatkan

Tugu Monumen Nasional - Explore Jakarta
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

Silahkan tulis komentar anda dengan cerdas, sopan dan mudah dipahami. Terimakasih :)